Apa yang Menjadi Penyebab Kleptomania?

Apa yang Menjadi Penyebab Kleptomania?

Apa yang Menjadi Penyebab Kleptomania?

Penyakit kleptomania mungkin terdengar cukup familiar bagi kita. Biasanya penyakiti ini dikaitkan dengan orang yang suka mencuri barang-barang atau pengutil barang orang. Secara medis, menurut halodoc.com kleptomania adalah gangguan kebiasaan dan impuls (impulse control disorder) yang tidak dapat dikendalikan oleh individu untuk memiliki barang-barang yang dilihatnya dan mengambilnya dengan cara mencuri. Menurut alodokter, kleptomania adalah suatu kondisi yang termasuk ke dalam kelompok gangguan kendali impulsif, yaitu ketika penderita tidak dapat menahan diri untuk mengutil atau mencuri. Penyakit mental ini membuat penderitanya terganggu secara emosional sehingga malu untuk mencari mengobatan. Perlu diketahui bahwa kleptomania berbeda dengan pencurian yang dilandasi motif kriminal seperti perampokan yang dilakukan untuk mendapatkan hasil atau keuntungan individu.

Apa yang menjadi penyebab kleptomania? Penyebab kleptomania belum diketahui secara pasti. Penyakit ini diperkirakan terbentuk akibat adanya perubahan komposisi kimia di dalam otak, seperti menurunnya kadar serotonin atau hormon yang bertugas untuk mengatur emosi, ketidakseimbangan sistem opioid otak yang mengakibatkan keinginan untuk mencuri tidak dapat ditahan. Selain itu, menurut DSM-5, kleptomania memiliki kaitan dengan sistem dopamin, serotonin, dan opioid. Kleptomania adalah bagian dari spektrum gangguan obsesif-kompulsif. Ini karena orang memiliki dorongan untuk mencuri sebagai alien, yaitu intrusi yang tidak diinginkan dalam kondisi mental. Kleptomania juga memiliki kaitan dengan gangguan mood seperti depresi.

Setelah mengetahui penyebab kleptomania, kamu juga harus mengetahui tentang gejala dari kleptomania. Apa saja gejalanya? Sejumlah gejala yang akan dirasakan penderitanya adalah:

  1. Penderita umumnya merasa cemas dan tegang saat melakukan pencurian dan mengalami perasaan senang ketika berhasil melakukannya.
  2. Penderita selalu gagal menolak dorongan yang kuat untuk mencuri dan biasanya barang curian bukan hal yang mereka butuhkan. Inilah yang bebedakan antara penderita kleptomania dengan pencuri kriminal.
  3. Penderita kleptomania umumnya melakukan aksinya secara spontan dan dilakukan sendirian. Barang curian juga tidak digunakan sendiri, namun dibuang atau diberikan kepada orang lain.
  4. Penderita melakukan pencurian tidak berhubungan dengan delusi atau halusinasi. Dorongan juga tidak timbul karena luapan amarah atau balas dendam.

Terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan seseorang mengalami kleptomania seperti:

  1. Jenis kelamin

Penderita kleptomania kebanyakan adalah perempuan, namun tidak menutup kemungkinan bagi laki-kali.

  1. Gangguan mental

Penderita umumnya juga memiliki gangguan mental lainnya seprti bipolar, gangguan kecemasan, dan gangguan kepribadian.

  1. Riwayat keluarga

Kleptomania lebih rentan terjadi pada seseorang dari keluarga yang juga menderita kleptomania, pengguna narkoba dan pecandu alkohol.

Penyakit ini tidak dapat sepenuhnya disembuhkan, akan tetapi dapat ditangani dengan bantuan medis seperti:

  1. Psikoterapi

Jenis psikoterapi yang biasanya digunakan adalah terapi perilaku kognitif. Pasien akan diberikan gambaran mengenai perbuatan yang dia lakukan serta akibat yang akan diterima. Obat-obatan yang dapat dikonsumsi seperti obat antidepresan jenis SSRI (selective serotonon reuptake inhibitor).

  1. Obat-obatan

Obat ini bekerja dengan membuat serotonin bekerja lebih efektif. Serotonin dapat membantuk menstabilkan emosi. Selain itu, dokter dapat memberikan obat opioid antagonist yang dapat menurunkan dorongan mencuri dan rasa senang yang timbul setelah mencuri.

Itulah hal-hal yang dapat kamu ketahui tentang penyakit ini seperti gejala dan penyebab kleptomania. Kamu dapat berkonsultasi jika mengalami gejala-gejala seperti yang tertera di atas. Dokter akan memberikan penangan yang tepat terhadap gejala yang terjadi padamu. Kamu juga dapat berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater.